Kamis, 28 November 2013

Puisi IBU ku Sayang

"Ibuku sayang"

Cintamu, yaitu sinar yang menerangi
Tiap-tiap kegelapan didunia fana ini.
Kehadiranmu, demikian bernilai,
Berarti serta bermakna.

Ibuku yang cantik...
Tiada hari yang kujalani,
Tanpa sedetik lalu tidak mengingatmu.
Mengingat sgala pengorbananmu
Yang tidak capek merawatku,
Yang tidak jemu menasehatiku,
Serta tidak henti menyangiku, spanjang usiamu.

Terima kasih ibu...
Telah menghiasi kehidupanku didunia fana ini,
Dengan senyum manismu yg menguatkan batinku.
Terima kasih ibu…
Sudah menjagaku sampai saat ini.
Terima kasih ibu...
Engkau senantiasa ada untukku.

Ibuku yg baik...
Maafkan saya, bila dulu melukai perasaanmu.
Maafkan saya, senantiasa mengecewakanmu.
Maafkan saya, anakmu ini.

Ibu...
Sinar cintamu, senantiasa ku kelak.
Apalagi sampai saya mati.
Serta cintamu kan terus bercahaya di hati,
Kekal serta abadi.

Manajemen dan Organisasi

1. Manajemen
a. Pengertian dan Peranan Manajemen
Istilah manajemen memiliki banyak pengertian. Pengertian manajemen menurut Daft (2003;4) yaitu : “Management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational recources.” Arti dari pengertian manajemen diatas adalah, manajemen merupakan pencapaian tujuan dengan  cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumber daya. Secara universal manajemen diartikan sebagai penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran dan kinerja yang tinggi dalam berbagai kegiatan organisasi profit maupun non profit.
Selain kategori besar manajemen, manajer pada berbagai tingkat hirarki memiliki peran manajerial yang berbeda. Seorang peneliti. Henry Mintzberg, mengkategorikan peran seorang manajer dan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama, yaitu :
  • Peran Decisional, membutuhkan manajer yang merencanakan strategi dan memanfaatkan sumber daya.
  •  Peran Interpersonal, memerlukan manajemen untuk mengarahkaan dan mengawasi karyawan dan organisasi.
  • Peran Informasi adalah, mereka dimana para manajer memberikan dan mengirimkan informasi.
b. Latar Belakang Sejarah Manajemen
Bukti adanya praktik-praktik manajemen adalah pembangunan piramida di Mesir, pembangunan tembok besar di Cina. Lalu contoh manajemen lainnya adalah  pada era 1400-an, di Venesia, Italia, adanya pusat perdagangan di Benua Eropa. Ada dua peristiwa bersejarah yang dapat dijadikan sebagai latar belakang dan sejarah manajemen, yaitu pada tahun 1776, dimana Adam Smith menerbitkan bukunya yang berjudul The Wealth of Nations, dimana dalam bukunya ia menggagas manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dan organisasi dari penerapan pembagian kerja (division of labor). Peristiwa yang kedua yaitu, revolusi industri di Prancis yang terjadi sekitar abad 18, dimana peran tenaga mesin telah menggantikan tenaga manusia.
c. Fungsi dan Proses manajemen
Aspek yang dikelola oleh manajemen mencakup produksi, pemasaran, SDM dan keuangan , dan sumbr daya lainnya. Fungsi-fungsi dasar manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar manajemen, yaitu :
  • Perncanaan
Fungsi perencanaan mencakup, penetapan sasaran, penetapan strategi, menyusun rencana untuk memadukan dan mengkoordinasikan sejumlah kegiatan untuk mencapai sasaran.
  • Pengorganisasian
Fungsi ini mencakup, apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya, siapa yang harus melakukannya, dan siapa kepada siapa harus melapor.
  • Memimpin
Tugas seorang manajer adalah bekerja melalui orang lain. Fungsinya adalah mengarahkan dan memotivasi, memengaruhi individu atau tim untuk bekerja sama, dan mencari komunikasi yang efektif untuk menyelesaikan konflik.
  • Mengendalikan
Fungsi ini menjamin sesuatu berjalan sesuai dengan semestinya, dengan cara memantau dan menilai kinerja dengan membandingkan kinerja aktual dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Fungsi-fungsi manajemen diatas bertujuan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam organisasi.
Proses manajemen adalah serangkaian kegiatan dan keputusan seorang manajer sewaktu merancang, mengatur, mengorganisasi, memimpin, atau melaksanakan kegiatan usaha dan mengendalikan usahanya.
d. Ciri-Ciri Manajer Profesional
Definisi sederhana tentang profesional dapat diberlakukan pada profesi manajer. Pertama, seorang manajer profesional adalah seorang yang hidup dari profesinya sebagai manajer, bukan manajer amatiran atau bekerja sambilan. Kedua, seorang manajer profesional tentunya diharapkan betul-betul melaksanakan tugasnya layaknya seorang profesional dalam bidang lainnya dan mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang tinggi untuk mencapai keberhasilannya.
e. Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Ketrampilan atau kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi seorang manajer profesional ada 3, yaitu :
  • Kemampuan teknis
  • Kemampuan Interaksi Antar Manusia.
  • Kemampuan dalam Penetapan Visi, Misi, dan Strategis.
2. Organisasi
a. Definisi Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. Definisi lain menyebutkan, organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi dengan wewenang tertentu.
b. Pentingnya Mengenal Organisasi
  • Terciptanya hubungan yang baik antar anggota.
  • Setiap anggota telah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Spesialisasi dalam melaksanakan tugas.
c. Bentuk-Bentuk Organisasi
  • Organisasi Garis (oleh : Henry Fayol)
Organisasi yang paling sederhana dan sudah sangat tua. Digunakan di kalangan militer dengan karyawan yang masih sedikit dan saling kenal. Spesialisasi pekerjaannya pun belum terlalu tinggi.
  • Organisasi Fungsional (oleh : F.W. Taylor)
Pimpinan-pimpinan yang ada, tidak memiliki bawahan yang jelas, karena setiap pimpinan mempunyai wewenang untuk memberikan komando selama masih ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
  • Organisasi Staf dan Garis (oleh : Harrington Emerson)
Biasanya dipakai pada organisasi yang besar dengan daerah kerja yang luas dan bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Memiliki tenaga staf atau tenaga ahli lebih dari satu untuk memberikan nasihat atau saran.
  • Organisasi Staf dan Fungsional
Organisasi staf dan fungsional merupakan organisasi gabungan antara staf dan fungsional. Memiliki kelebihan dan kelemahan seperti organisasi staf dan organisasi fungsional.
d. Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip dari organisasi menawarkan petunjuk untuk menciptakan efisiensi dan efektivitas struktur organisasi. Dengan kata lain, prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi yang efisien. Pakar manajemen menyebutkan, statement khusus terkait dengan prinsip organisasi dalam manajemen. Beberapa prinsip organisasi itu antara lain :
  • Kesatuan Tujuan.
  • Divisi Kerja dan Spesialisasi.
  • delegasi Kewenangan/
  • Koordinasi.
  • Kesatuan Komando.
  • Fleksibilitas.
  • Sederhana.
  • Rentang Kendali.
  • chain of Command.
  • Prinsip Pengecualian.
  • Wewenang dan Tanggung Jawab.
  • Efisiensi.
  • Keseimbangan yang Wajar.
  • Pemisahan fungsi lini dan staf.
e. Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Ketrampilan yang harus dimiliki pada setiap manajer berbeda-beda. Pada tingkatan manajer paling atas (Top Manager) membutuhkan kemampuan konseptual daripada yang lainnya. Manajemen paling bawah lebih memerlukan ketrampilan  teknikal, seperti akuntansi, komputer, dan lain-lain. Ketrampilan ketiga, yaitu ketrampilan berkomunikasi dimana ketrampilan ini dibutuhkan dalam semua tingkatan manajemen.
f. Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi sangat berhubungan dengan para anggotanya. Sebab keberhasilan organisasi karena adanya kerja sama yang baik antara anggota dalam suatu organisasi, sehingga tercipta keberhasilan di dalam organisasi tersebut. Sebab kegagalan organisasi adalah adanya faktor intern dalam organisasi tersebut.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Keterampilan_manajemen.jpg

Pemasaran Bab 6

Pemasaran adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara ke konsumen. Definisi lain  menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.
Kegiatan-kegiatan dalam usaha pemasaran tidak hanya kegiatan memindahkan barang /jasa  dari tangan produsen ke tangan konsumen saja dengan sistem penjualan, tetapi banyak kegiatan lain yang juga dijalankan dalam kegiatan pemasaran. Penjualan hanyalah salah satu dari berbagai fungsi pemasaran. Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baik untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat, mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut.
 
Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Dengan adanya perkembangan jaman, kebutuhan berkembang menjadi suatu keinginan mengkonsumsi suatu produk dengan ciri khas tertentu. Munculnya keinginan akan menciptakan permintaan spesifik terhadap suatu jenis produk.  Seseorang dalam menentukan keputusan pembelian akan mempertimbangkan nilai dan kepuasan yang akan didapat dari mengkonsumsi suatu produk.  Apabila konsumen yakin akan nilai dan kepuasan yang akan didapat, maka konsumen akan melalukan pertukaran dan transaksi juall beli barang dan jasa.  Hal inilah yang mendasari terjadinya pasar.

Tujuan sistem pemasaran :
Secara umum, tujuan sistem pemasaran adalah sebagai berikut : 
Ø      Memaksimumkan konsumsi
Ø      Memaksimumkan utilitas (kepuasan) konsumsi
Ø      Memaksimumkan pilihan
Ø      Memaksimumkan mutu hidup
            Kualitas, kuantitas, ketersediaan, harga, lingkungan

Efisiensi Pemasaran :
Yang dimaksud dengan efisiensi pemasaran adalah seberapa besar pengorbanan yang harus dikeluarkan dalam kegiatan pemasaran menunjang hasil yang bisa didapatkan dari kegiatan pemasaran tersebut.  Efisiensi pemasaran dapat dicari dengan menghitung  rasio “keluaran-masukan” dalam kegiatan pemasaran yang dilakukan. Semakin tinggi nilai rasio keluaran-masukan, maka pemasaran yang dilakukan semakin efisien. Umumnya efisiensi dapat dicapai dengan salah satu di antara empat cara berikut :
Ø      Keluaran tetap konstan, masukan mengecil
Ø      Keluaran meningkat, masukan konstan
Ø      Keluaran meningkat dalam kadar yang lebih tinggi dari peningkatan masukan
Ø      Keluaran menurun dalam kadar yang lebih rendah dari penurunan masukan

*sumber : dinanovia.lecture.ub.ac.id/files/2010/05/modul-5.doc 


Kamis, 31 Oktober 2013

Cara Mengatasi Rambut Rontok


Jika Anda mengalami masalah kerontokan rambut yang ditandai dengan menghilangnya rambut dari kepala Anda, mungkin hal ini adalah salah satu masalah kerontokan  rambut yang  parah atau yang biasanya ditandai dengan alopecia  areata (kerontokan rambut setempat). Hal ini terjadi kakrena adanya suatu gangguan autoimun dimana sel-sel dari arah putih tubuh kemudian menyerang folikel rambut dan bisa membuatnya berhenti untuk  menumbuhkan rambut. Namun, pada masalah kerontokan rambut ini bukan hanya rambut kepala yang bisa terserang. Beberapa  dari mereka juga mengalami masalah rontoknya rambut diseluruh tubuh mereka. Dan hal ini merupakan hal yang dikenal dari dunia medis dengan sebutan alopecia universalis atau kerontokan rambut yang terjadi secara keseluruhan karena penyebabnya adalah alopecia areata).
Masalah kerontokan rambut yang parah ini bisa diobati, rambut bisa tumbuh lagi tanpa bantuan dari manapun secara eksternal. Namun biasanya orang yang mengalami masalah kerontokan rambut yang parah ini seringkali menderita suatu penyakit autoimun yang lainnya, misalnya adalah penyakit tiroid, diabetes melitus, dan juga penyakit asrtritis rematoid.
Kerontokan rambut yang parah yang ditandai dengan rontoknya rambut secara tidak merata ini biasanya ditandai dengan tubuh Anda yang mungkin mengirimi suatu pesan yang sangat kuat bahwa Anda berlebihan dalam melakukan perawatan, menyikat, atau juga bahkan mewarnai rambut. Kerontokan rambut yang parah ini dikenal dengan nama sebagia traumatic alopecia atau kehilangan rambut dikarenakan cedera.
Kerontokan rambut yang parah yang ditandai dengan rontoknya rambut yang menandakan suatu kondisi yang biasanya disebut  dengan cicatricialo atau scariing alopecia, dimana dari suatu folikel rambut rusak dan kemudian digantiak dengan jaringan bekas luka. Namun, rambut ini tidak akan tumbuh lagi. Biasanya hal ini diakibatkan karena sebuah luka bakar, luka fisik, atau juga beberapa hal yang bisa menyebabkan masalah luka atau bekas luka pada bagian tubuh manapun. Scarring alopecia ini merupakan salah satu dari adanya tanda suatu infeksi bakteri atau juga jamur yang merupakan suatu bentuk atau tanda  dari penyakit kulit lainnya.





Orang sering menotasikan rambut indah sebagai rambut yang panjang, lurus, dan hitam. Padahal, rambut hanya akan terlihat indah bila kondisinya baik yang berarti tidak kering, tidak pecah-pecah, dan tidak berketombe. Hal-hal yang tampak sepele dan sering kita lakukan sehari-hari bisa mengakibatkan kerusakan pada mahkota kita itu, misalnya sering menamparnya dibawah sinar matahari atau salah memilih produk perawatan rambut. Salah satu masalah yang sering dialami oleh rambut kita adalah masalah rambut rontok.
Cara merawat rambut rontok alami dengan melakukannya rutin dan rajin serta sabar akan menghasilkan rambut yang sehat dan bagus.
Rambut rontok bisa menjadi masalah siapa saja. Para ahli kecantikan mengungkapkan bahwa kerontokan rambut banyak disebabkan oleh polusi, sinar ultraviolet, radikal bebas, dan lampu tata cahaya di studi televisi. Normalnya, rambut yang terlepas dari kulit kepala adalah 50-100 helai per hari. Cara merawat rambut rontok alami adalah dengan :
1.      Menggunakan bahan-bahan alami uuntuk merawat rambut sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.
2.      Keramaslah secara rutin dengan sampo yang sesuai dengan jenis rambut, misalnya seminggu 2 kali.
3.      Lakukan creambath secara rutin. Baik di salon maupun dirumah.
4.      Gunakan masker rambut unruk memberikan nutrisi pada rambut dan kulit kepala.
5.      Gunakan produk perawatan yang baik yang berfungsi mengehntikan proses oksidasi zat kimia pada rambut akibat penggunaan kosmetik rambut.
Cara merawat rambut rontok alami dapat dilakukan dengan air. Air yang didinginkan semalaman dapat mengobati kerontokan rambut. Jadi dika Anda bermasalah dengan rambut rontok, tidak ada salahnya Anda mencoba cara berikut :
1.      Masukkan air dalam suatu wadah, lalu dinginkan semalaman.
2.      Siramkan air yang telah didinginkan itu ke kepala hingga mencapai kulit, ratakan, lalu gosokkan dengan lembut. Biarkan selama setengah jam, bari bilas dengan sampo yang lembut.
Kemiri adalah buah dapur yang dapat digunkan untuk mengatasi kerontokan rambut. Selain itu, kemiri juga bisa digunakan untuk merawat rambut tipis pada bayi dan anak-anak. Caranya :

1.      Ambil 10 buah kemiri, sangrai, lalu tumbuk hingga halus.
2.      Letakkan bubuk kemiri pada kain katun, peras agar keluar minyaknya.
3.      Gosokkan kain yang berisi bubuk kemiri tersebut pada kulit kepala secara lembut dan merata lalu diamkan.
4.      Setelah sekitar satu jam, keramasi rambut hingga bersih. Lakukan perawatan ini seminggu sekali.


Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan

Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan

1.     Pengertian Perusahaan
 
        Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat
. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan ...
dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

2.     Tempat dan Kedudukan Perusahaan
        Pemilihan tempat dan letak perusahaan, factor penting untuk menjamin tercapainya: 
        1.) Tujuan perusahaan
        2.) Efisiensi perusahaan
        3.) Daerah pemasaran produk 
        4.) Pindah tempat : tidak ekonomis dan peraturan pemerintah
   
        2.1.     Tempat Kedudukan Perusahaan
                   Adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran
        hubungan dengan lembaga lainnya.
  
        2.2.     Letak Perusahaan
                   Adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh factor
       ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya.
  
        2.3.     Jenis-Jenis Letak Perusahaan  
                   2.3.1     Terikat pada alam
                                Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
                                Contoh : Perusahaan timah, emas, minyak bumi. 
                   2.3.2     Terikat sejarah
                    Perusahaan menjalankan aktivitasnya disuatu  daerah tertentu karena hanya dapat
                    dijelaskan berdasarkan sejarah.
                                Contoh : Perusahaan batik, pekalongan. 
                   2.3.3     Ditetapkan oleh pemerintah
                    Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan
                    kesehatan.
                    Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin. 
       2.3.4     Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
                    Yang bersifat industri adalah ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, 
                     modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.

3.     Perusahaan dan Lembaga Sosial
    Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat jadi bukan untuk mencapai keuntungan maximal tapi juga mempunyai tujuan membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat.

       3.1.     Tujuan Pendirian Perusahaan 
                  3.1.1     Tujuan ekonomis 
                               Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
                   Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk,
                   kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif). 
      3.1.2     Tujuan social
                   Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, factor-faktor 
                   produksi, maupun masyarakat luas. 

     Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.


        3.2.     Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
                   System adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung
        maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu system
        karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak
        langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai
        tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat,maupun tanggung jawab
        social.

        Kepada pemilik modal     =>     pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
        Kepada lembaga peneliti  =>     membantu pendanaan.
        Kepada pekerja                 =>     membayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja.
        Kepada konsumen            =>      menyediakan B&J yang bagus.
        Kepada pemerintah          =>      membayar pajak.

        3.3.     Sifat Sistem Perusahaan 
                   1.)  Kompleks 
                   2.)  Sebagai suatu kesatuan / unit. 
                   3.)  Sifatnya beragam. 
                   4.)  Saling tergantung.
                   5.)  Dinamis

        3.4.     Fungsi-fungsi Perusahaan
                   3.4.1.     Fungsi operasi
                     Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama
       perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi,
       pelayanan umum dan uu, fungsi operasi penunjang.
                   3.4.2.     Fungsi manajemen
                     Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.

       Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancar, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.

        3.5.     Ciri-ciri Perusahaan
                   3.5.1.     Operatif
                     Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / 
                     distribusi barang dan jasa.

                   3.5.2.     Koordinatif
                    Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk
                    mencapai tujuan.
                   3.5.3.     Regular
                     Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat 
                     mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.

                   3.5.4.     Dinamis
                     Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan 
                     diri terhadap perubahan.

                   3.5.5.     Formal
                     Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,

                   3.5.6.     Lokasi
                     Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang
                     secara geografis jelas.
                   3.5.7.     Pelayanan Bersyarat
                     Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan
                     yang secara geografis jelas.
 

4.     Lingkungan Perusahaan
       Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi : 

        4.1.     Lingkungan Eksternal
             Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan
             perusahaan.
                   Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
                   4.1.1     Lingkungan eksternal makro
                        Adalah lingkungan eksternal  yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan
                        usaha. Contoh :
                                1.)   Keadaan alam => SDA, lingkungan.
                                2.)   Politik dan hankam => kehidupan operasional perusahaan sangat
                                        terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada
                                        => menciptakan.
                                3.)   Hukum
                                4.)   Perekonomian
                                5.)   Pendidikan dan kebudayaan
                                6.)   Social dan budaya
                                7.)   Kependudukan
                                8.)   Hubungan internasional. 
                  4.1.2      Lingkungan eksternal mikro
                        Adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
                        Contoh :
                                1.)    Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.  
                                2.)    Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam
                                        pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
                                3.).   Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan
                                         metode, dll.
                                4.)    Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.


        4.2.     Lingkungan Internal
             Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi
             hasil produksi.
               Contoh :
                   1.)   Tenaga kerja
                   2.)   Peralatan dan mesin
                   3.)   Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
                   4.)   Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
                   5.)   System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.  

5.     Pendekatan Dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan
         Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan dengan lingkungan kemudian ditelaah oleh para usahawan. Pada mulanya telaah dilakukan secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
        Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut “buyer’s market” atau “pasar pembeli” yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “pembeli adalah raja”.
        Dalam hal ini siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat factor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan factor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang berorientasi konsumen”.