Senin, 17 Oktober 2016

ETIKA PROFESI AKUNTANSI


1.      Carilah perusahaan yang auditornya melakukan pelanggaran etika profesi!

Manipulasi Laporan Keuangan PT KAI

Transparansi serta kejujuran dalam pengelolaan lembaga yang merupakan salah satu derivasi amanah reformasi ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan oleh salah satu badan usaha milik negara, yakni PT Kereta Api Indonesia. Dalam laporan kinerja keuangan tahunan yang diterbitkannya pada tahun 2005, ia mengumumkan bahwa keuntungan sebesar Rp. 6,90 milyar telah diraihnya. Padahal, apabila dicermati, sebenarnya ia harus dinyatakan menderita kerugian sebesar Rp. 63 milyar.
Kerugian ini terjadi karena PT Kereta Api Indonesia telah tiga tahun tidak dapat menagih pajak pihak ketiga. Tetapi, dalam laporan keuangan itu, pajak pihak ketiga dinyatakan sebagai pendapatan. Padahal, berdasarkan standar akuntansi keuangan, ia tidak dapat dikelompokkan dalam bentuk pendapatan atau asset. Dengan demikian, kekeliruan dalam pencatatan transaksi atau perubahan keuangan telah terjadi di sini.
Di lain pihak, PT Kereta Api Indonesia memandang bahwa kekeliruan pencatatan tersebut hanya terjadi karena perbedaan persepsi mengenai pencatatan piutang yang tidak tertagih. Terdapat pihak yang menilai bahwa piutang pada pihak ketiga yang tidak tertagih itu bukan pendapatan. Sehingga, sebagai konsekuensinya PT Kereta Api Indonesia seharusnya mengakui menderita kerugian sebesar Rp. 63 milyar. Sebaliknya, ada pula pihak lain yang berpendapat bahwa piutang yang tidak tertagih tetap dapat dimasukkan sebagai pendapatan PT Kereta Api Indonesia sehingga keuntungan sebesar Rp. 6,90 milyar dapat diraih pada tahun tersebut. Diduga, manipulasi laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, akumulasi permasalahan terjadi disini.



Tanggapan :
Dalam kasus ini PT Kereta Api Indonesia melakukan pelanggaran dan penyimpangan etika profesi yang bersangkutan dengan audit, perusahaan ini telah tiga tahun tidak dapat menagih pajak pihak ketiga yang mana oleh PT KAI piutang tsb dianggap sbg pendapatan. Padahal, berdasarkan standar akuntansi keuangan, ia tidak dapat dikelompokkan dalam bentuk pendapatan atau asset tetapi PT Kereta Api Indonesia mengakui sebagai piutang tak tertagih bukan sebagai pendapatan. Seharusnya perusahaan tersebut tidak melakukan hal tersebut. Auditor eksternal yang dipercayai harus benar-benar memiliki integritas serta prosesnya harus terlaksana berdasarkan kaidah-kaidah yang telah diakui validitasnya, dalam hal ini PSAK dan SPAP. Selain itu, auditor eksternal wajib melakukan komunikasi secara benar dengan komite audit yang ada pada PT Kereta Api Indonesia guna membangun kesepahaman (understanding) diantara seluruh unsur lembaga.
2.      Kenapa etika profesi penting?

Etika profesi berisi tentang mengenai apa yang baik dan yang tidak baik serta apakah suatu kegiatan yang dilakukan oleh profesi itu dapat dikatakan bertanggung jawab atau tidak. Etika profesi memiliki arti dan peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia Maka dari itu etika profesi sangatlah penting bagi setiap individu yang berprofesi agar tau batasan-batasan dalam pekerjaannya. Sehingga dalam melakukan pekerjaan bisa dianalisis perilaku penyimpangannya.

3.      Lebih Penting mana Etika atau Kemampuan Pribadi ?

Lebih penting etika, karena etika sendiri mengenai aturan prilaku jika kita mempunyai etika maka kita akan dihargai oleh orang lain. Sedangkan kemampuan pribadi adalah kapasistas seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan yang dia mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar